reviews


 

Meskipun judul albumnya ‘Don’t Make Me Sad’ , di album keduanya ini Letto tetap terkesan sebagai band yang slow dan sedikit lagu mellow. Meskipun demikian  dengan variasi baru pada musiknya, Letto mencoba garang.
Selain pada musiknya yang lebih kaya dari album pertama, Letto juga memiliki kelebihan dalam lirik yang indah dan mengena. contohnya adalh lirik dalam lagu ’Memiliki Kehilangan’ :Rasa kehilangan hanya akan ada jika kau pernah merasa memilikinya.
Irama lagu-lagu Letto masih slow meski ada beberapa lagu yang ngebeat tapi tetap saja vokal lembut Noe membuat susana tetap slow mellow, liriknya juga masih romantis dan penuh cinta (halah ^_^).
Lagu-lagu letto di album pertama laris manis menjadi soundtrack sinetron, lagu di album kedua pun bisa jadi sama. Terbukti singel pertama mereka yang langsung jadi soundtrack salah satu sinetron di stasiun tv nasional.
Vokal Noe yang lembut, petikan gitar dan denting piano menciptakan suasana yang romantis.

Best listening when : lagi berdua sama pacar kamu, atau jadi lagu pengantar tidur.

film177211.jpg

Dilihat dari poster filmnya tentu kita sudah tau bahwa film ini pasti berkisar tentang cinta segitiga.  Tapi menurut resensi  dari 21cineplex.com sih film ini berkisah tentang tiga orang sahabat: Vano (Andhika Pratama), Tia (Poppy Sovia), dan Desi (Debby Kristi) dalam pencarian jati diri dan makna kehidupan. Hubungan Tia dan Desi sangat dekat hingga sikat Tia sangat protektif dan membuat Desi tergantung padanya. Permasalahan mulai timbul saat Vano jatuh hati pada Desi. Sedangkan, Desi tahu Tia sangat menyukai Vano. Akhirnya Desi dan Tia sepakat hanya menjadikan Vano sebagai sahabat

Desi merencanakan sebuah perjalanan panjang bersama Tia dan Vano di ulang tahunnya yang ke 20. Ditengah-tengah perjalanan, tiba-tiba Desi sakit. Tia dan Vano memutuskan untuk kembali ke Jakarta, tapi Desi menolak dan tetap ingin melanjutkan perjalanan. Disini mereka belajar banyak tentang cinta, persahabatan dan tentang kehilangan… keduanya
Padahal kesan yang ditangkep setelah nonoton film itu, bukan Tia yang protektif tapi Desi. Terbukti dengan adegan Desi marahin Vano ketika cowok itu gak dateng padahal udah janjian. Cerita filmnya juga gak romantis-romantis amat satndar kisah cinta remaj Indonesia. Alur dan endingnya juga sudah tertebak dari awal. Akting pemainnya pun gak maksimal dan seakan dipaksakan.

Try to watch when : Gak ada kerjaan lain dan sedang ingin melihat cerita kasmaran ala ABG, atau sedang ingin menghamburkan waktu dan uang

Pemain : ANDHIKA PRATAMA, POPPY SOVIA, DEBBY KRISTI
Sutradara :NAYATO FIO NUALA
Penulis : TITIEN WATTIMENA

quickie.jpg
Sudah pernah nonton film ini? mungkin sudah, apalagi Film besutan Dimas Djay ini sudah beredar sejak November 2007. Buat yang belum nantikan saja tayangannya di televisi, atau beli VCDnya.
Ceritanya cukup menarik, seru dan sedikit menjijikkan sebetulnya. Film ini menceritakan tiga pemuda Jojo (Tora Sudiro), Marley (Amink) dan Piktor (Lukman Sardi) yang direkrut menjadi gigolo dan menjual jasanya dengan menyaru sebagi pelayan restoran pizza Quickie ekspress. Konflik mulai terjadi ketika Salah satu Peran Utama pacaran dengan anak salah seorang klien eksklusifnya.
Akting pemain, seperti Tora, Aming dan Lukman Sardi di film ini memang pantas diacungi jempol. Alur filmnya sendiri mundur.Dimulai dengan adegan Tora yang akan dijatuhkan dari sebuah permainan di arena pasra malam oleh seorang pengawal.
Jalan film ini ada yang gampang ditebak, ada juga yang jadi kejutan. Misalnya, Rudi Wowor, mafia kelas kakap, sekaligus ayah sang pacar pemeran utama yang ternyata gay dan mencintai Jojo juga. Endingnya juga agak mengejutkan dan film ini pasti bisa mengocok perut kamu dari awal sampai akhir.

Try To watch When : ketika kamu lagi sedih, dijamin deh nanti kamu bisa ketawa-ngakak

Sutradara: Dimas Djayadiningrat
Scriptwriter: Joko Anwar
Pemeran : Tora Sudiro, Amink, Lukman Sardi, Tino Saroengallo, Sandra Dewi, Ira Maya Sopha, Rudy Wowor, Tio Pakusadewo